UKAW

UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA

Upaya Pengembangan Diri, 12 Dosen Prodi PJKR Ikut Pelatihan Teknik Instruksional Internal

WARTA PJKR | KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana menyelenggarakanPelatihan Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen selama 2 hari (4 dan 5 Oktober 2021) secara online. Acara ini di buka langsung oleh Rektor, Dr. Ayub U. I. Meko, M.Si.

Ayub dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendukung perbaikan kualitas dan kompetensi dosen. Universitas mempertimbangkan agar ke depannya semua dosen muda apalagi yang dari latar belakang non pendidikan bisa juga mengambil bagian agar keterampilan mengajarnya dapat terperbaharui.

“Kita harap ini menjadi program tetap FKIP, dan ke depannya di buka umum agar dapat diikuti oleh semua dosen muda yang ada di lingkungan universitas. Bahkan kalau dapat, sebelum mendapatkan SK Dosen Tetap, dosen wajib mendapatkan sertifikat Pekerti guna menjamin kompetensinya saat melaksanakan tri dharma”, tandas Ayub.

Lebih lanjut, Pria berusia 55 tahun ini juga mendorong agar FKIP melalui Unit Penunjang Pendidikan Micro Teaching perlu mempersiapkan berbagai sumber daya pendukung serta memperhatikan syarat–syarat dari pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan Pekerti. Dengan memenuhi standar regulasi pemerintah, memperbesar peluang agar UKAW bisa turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan Pekerti yang memenuhi syarat untuk tes sertifikasi dosen dan juga untuk mendukung pengembangan diri guru-guru di NTT.

Kegiatan ini menawarkan 9 materi utama, yakni: 1) Kebijakan pengembangan pendidikan tinggi yang disampaikan oleh Dr. Ayub U. I. Meko, M.Si., 2) Pengembangan kurikulum berbasis Merdeka Belajar–Kampus Merdeka di perguruan tinggi yang disampaikan oleh Dr. Magdalena Ngongo, M.Pd., 3) Pembelajaran perguruan tinggi yang disampaikan oleh Dra. Anggreini D. N. Rupidara, Ph.D., 4) Penilaian pembelajaran di perguruan tinggi dan 5) Teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran masing-masing disampaikan oleh Dr. Fredik A. Kande, M.Pd., 6) Panduan pengembangan perangkat pembelajaran yang disampaikan oleh Drs. Lukas Manu, M.Pd., 7) Keterampilan dasar mengajar yang disampaikan oleh Dr. Andreas J. F. Lumba, M.Pd., 8) Penelitian tindakan kelas yang disampaikan oleh Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd., dan 9) Kiat sukses menulis artikel dan publikasi yang disampaikan oleh Dr. Ebenhaizer I. Nuban Timo, M.A.

Selain dosen-dosen FKIP, ada juga keterlibatan dari dosen lintas Fakultas. Misalnya dari Pascasarjana, Fakultas Teologi, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Perikanan. Ini menunjukkan antusias sekaligus dukungan kepada FKIP agar kegiatan semacam ini dapat di akses umum agar semua dosen di lingkungan UKAW bisa ambil bagian dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilannya.

Dosen-dosen Prodi PJKR yang ingin berpartisipasi dalam pelatihan online tersebut difasilitasi melalui surat bernomor: 243/PJKR-UKAW/E.16/X.2021. Mereka masing-masing: 1) M. Rambu P. Wasak, S.Pd., M.Pd., 2) Robert Tetikay, S.Pd., M.Pd., 3) James K. Lika, S.Pd., M.Pd., 4) David Loba, S.Pd., M.Pd., 5) Ramona M. Mae, S.Pd., M.Or., 6) Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd., 7) Julian J. Leko, S.Pd., M.Fis., 8) Jimmy Ch. Atty, S.Pd., M.Fis., 9) Melvianus Selan, S.Pd., M.Or., 10) Fredik E. Nope, S.Pd., M.Or., 11) Alventur Baun, S.Pd., M.Pd., dan 12) Isak Riwu Rohi, S.Pd., M.Pd.

Perubahan tuntutan kurikulum pendidikan tinggi telah memacu tindakan adaptif dosen PJKR untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pemutakhiran. Program studi sangat mengapreasi setiap upaya insiatif dan produktif dosen untuk terus belajar dan mencari tahu indikator-indikator dari pengembangan kompetensi dan perbaikan kualitas layanan kepada mahasiswa. Ini tidak hanya untuk perkembangan Prodi semata, namun yang lebih penting ialah untuk Ibu/ Bapak dosen sendiri.

Berpautan dengan partisipasi dosen PJKR, Ketua Program Studi, Jusuf Blegur  menyampaikan bahwa selama melewati masa pandemi, sebenarnya Ibu/ Bapak dosen dapat mengambil kesempatan untuk belajar lebih mudah dan tentu ekonomis. Walau fisik tidak sampai, namun pikiran dan perasaan kita bisa sampai dalam untuk melaksanakan diskusi akademis.

“Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, Ibu/ Bapak dosen juga mendapat surat rekomendasi dan sertifikat yang nantinya dipakai dalam pelaporan data Sister. Kita lihat sekarang, sistem pelaporan data Sister terbuka setiap semester, maka dosen harus aktif mengambil bagian dalam kegiatan tri dharma. Bila diabaikan, kita akan kewalahan sendiri karena pelaporan Sister telah terintegrasi untuk pemberkasan peserta Sertifikasi Dosen, pelaporan Beban Kinerja Dosen, hingga pengurusan Jabatan Fungsional”, tutup Jusuf.

Pengembangan diri bukan lagi sebuah tuntutan, namun telah menjadi kebutuhan dan bahkan kebiasaan. Sehingga upaya aktif dari Ibu/ Bapak dosen untuk mencari tahu, berkolaborasi, berkarya, dan berekspresi adalah syarat krusial untuk memastikan penyesuaian terhadap perubahan zaman. (JB).