UKAW

UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA

Johni dan Christin Masuk Rombongan NTT ke PON XX Papua

Christin P. M. Rajagukguk, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Andreas J. F. Lumba, M.Pd., saat berswafoto di Bandar Udara Sentani, Jayapura. (Rabu, 06/10/2021).

WARTA PJKR | KUPANG – Pekan Olahraga Nasional ke XX di Papua telah bergema. 89 patriot olahraga akan bertolak ke Bumi Cendrawasih di bawah panji Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberangkatan kontingen NTT dimulai dari cabang olahraga Kriket dan disusul Sepakbola pada Senin (20/9/2021) lalu.

Semua keberadaan rombongan NTT di Bumi Cendrawasih dikoordinir langsung oleh Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga, Dra. Hildagris Bria Seran dan Dr. Andreas J. F. Lumba, M.Pd., selaku Wakil Koordinator Bidang Umum yang merupakan Dekan FKIP UKAW sekaligus dosen tetap pada Prodi PJKR.

“Menurut saya ini adalah kepercayaan dan sekaligus tanggung jawab yang cukup berat, karena dari 12 Cabang Olahraga dengan 89 atlet, belum lagi ditambah ofisial dan wasit yang menjadi tanggung jawab kami. Selain itu dengan adanya gejolak di Papua, kami turut membawa 31 orang anggota Brimob untuk melakukan pengamanan”, imbuh Johni.

Kehadiran Johni di Papua (dari 25 September-15 November 2021) tidak semata beragendakan pelaksanaan PON. Mantan kapten PERS Soe tersebut juga mengemban amanah tambahan sebagai Dekan dan juga Dosen Tetap Program Studi. Johni diharapkan dapat menciptakan peluang kerjasama untuk dosen atau bahkan menyepakati pelatihan-pelatihan guna mendukung pengembangan sumber daya di Prodi. Sebab, PON adalah tempat bertemunya atlet, praktisi, maupun akademisi yang handal selama mengompetisikan cabang olahraga tertentu.

“Kesempatan ini bisa saya pakai untuk membawa energi baru dalam pengembangan ilmu di Prodi, khususnya pada Mata Kuliah Manajemen Olahraga. Para mahasiswa akan kami suguhi dengan informasi sekaligus pengalaman aktual dalam mengorganisasikan sebuah even olahraga yang kemudian dapat mereka simulasikan dalam perkuliahan”, tutup Johni.

Selain Johni, mantan atlet andalan Kempo, Christin P. M. Rajagukguk, S.Pd., M.Pd., juga mendapatkan kepercayaan berkiprah di Papua bersama 12 rekan lainnya. Peraih emas pada Sea Games 2013 tersebut berperan sebagai pelatih untuk atlet randori. Berbekal pengalaman impresifnya, Christin diharapkan dapat membawa pulang medali emas ke Kupang.

Saat  tim Warta PJKR mengonfirmasi di tengah kesibukannya. Christin menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan pertama dan berharga berperan sebagai pelatih untuk ke-4 orang atlet. Sebagai pelatih, ia melakukan persiapan kepada atlet dengan melaksanakan program latihan, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, maupun mental.

“Ini hal baru dari saya, karena selama ini saya sering turun medan olahraga sebagai atlet, namun kali ini saya sebagai pelatih sehingga masih butuh banyak pengalaman”, tutur Christin.

Melalui pengalaman pertamanya, ada beberapa kendala yang dialami oleh Ibu satu anak ini. Seperti saat mengangani atlet yang tidak terbuka apabila mengalami kendala selama latihan. Akan tetapi, kegigihannya untuk mencari tahu serta memberikan pelayanan membantu dirinya untuk selalu mencari hal-hal baru.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Program Studi PJKR, Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd. Menurut Jusuf, Prodi senang dan mendukung dosen untuk terlibat dalam pengabdian dan pengembangan diri. Ini akan memperkaya informasi dan pengalaman sekaligus turut andil dalam penyajian pembelajaran bagi para mahasiswa serta bagian penting dalam penyusunan dokumen akreditasi.

Keterlibatan Johni dan Christin dalam PON kali ini juga diharapkan dapat mengintegrasikan ilmu dan pengalamannya ke dalam Mata Kuliah Manajemen Olahraga dan Ilmu Kepelatihan Olahraga, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pengetahuan dan pengembangan kompetensi mahasiswa nantinya.

“Bila Ibu/ Bapak dosen terlibat dalam kegiatan olahraga dan sebagainya, Prodi selalu mendukung penuh. Sebab untuk mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah itu bukanlah hal yang mudah. Setidaknya kepakaran Ibu/ Bapak dosen kita telah diakui, sehingga dipercayakan untuk menangani tim olahraga, apalagi berstandar nasional, seperti PON,” terang Jusuf.

Partisipasi Ibu/ Bapak dosen dalam kegiatan PON kali ini sekiranya dapat menyemangati dosen lainnya agar selalu aktif mengambil bagian dalam kegiatan pengabdian dan atau kegiatan profesional lainnya untuk mempercepat pemutakhiran dan pengintegrasian ilmu pengatahuan sekaligus mendukung upaya penerapan Iptek dalam dunia pendidikan dan olahraga. (JB).