UKAW

UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Auditorium UKAW Dimulai dengan Ibadah

Kupang, 29 Juli 2024 – Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) resmi memulai pembangunan auditorium baru dengan menggelar acara peletakan batu pertama yang diawali dengan ibadah. Acara ini berlangsung di Ruang Aula Yohanis Kampus UKAW dan dihadiri oleh Pembina, Pengurus, Pengawas Yayasan, Ketua Sinode GMIT, pihak pengembang, serta Civitas Akademika lainnya. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Dr. Eben Nubantimo, dengan pembacaan Alkitab dari 1 Korintus 3:10-15 bertema “Dasar & Bangunan.”

Dalam sambutannya, Drs. Djidon De Haan, Ketua Pembina Yayasan UKAW, menekankan pentingnya persatuan dalam mendukung pembangunan auditorium tersebut. “Kita harus satu hati, satu rasa, satu kata, dan satu aksi dengan cara dan bentuk kita masing-masing untuk mendukung pelaksanaan pembangunan gedung auditorium yang kita banggakan ini selesai pada waktunya. Tidak ada satu pun di antara kita yang menjadi batu sandungan dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th, Ketua Sinode GMIT, memberikan pandangan bahwa pembangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan yang baik, yang dalam istilah Yunani disebut “Oikonomos,” untuk mewujudkan kasih Allah. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun ada kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi Kristen di Indonesia, UKAW tetap masuk dalam 10 besar perguruan tinggi Kristen terbaik. “Kami mendukung pembangunan ini dalam segala keterbatasan yang ada, dan doa seluruh jemaat baik di GMIT maupun GKS menjadi bukti dukungan serta peringatan agar kita bekerja dengan serius,” katanya.

Rektor UKAW, Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT, dalam sambutannya, menyatakan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan dari Gereja, Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan dalam pengembangan UKAW. Pembangunan auditorium ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya memenuhi standar mutu perguruan tinggi yang ditetapkan pemerintah, khususnya dalam hal sarana dan prasarana. “Auditorium yang dibangun ini diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya bagi Civitas akademika tetapi juga bagi Gereja dan masyarakat luas. Kami mendorong Civitas akademika untuk meningkatkan kreativitas agar segala bentuk acara, baik lokal, nasional, maupun internasional, dapat memanfaatkan gedung ini,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga prestasi UKAW setelah pembangunan ini selesai.

Pihak pengembang menyampaikan permohonan maaf jika ada gangguan yang mungkin terjadi selama proses pembangunan dan berjanji akan berusaha meminimalisir gangguan tersebut.

Acara puncak ditandai dengan peletakan batu pertama oleh perwakilan dari berbagai pihak, termasuk Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Pengawas Yayasan, Rektor, Ketua Sinode GMIT, perwakilan dosen, perwakilan tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa. Acara diakhiri dengan makan bersama, menandai dimulainya pembangunan auditorium yang diharapkan akan menjadi salah satu fasilitas penting di UKAW.