UKAW

UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA

Diseminasi Hasil Penelitian & Dialog Kebijakan

Diseminasi Hasil Penelitian & Dialog Kebijakan: UPAYA MENDORONG KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGI IKLIM & PENGHIDUPAN MASYARAKAT BERBASIS BENTANGAN ALAM DI PULAU-PULAU KECIL DI INDONESIA TIMUR: “STUDI KASUS KABUPATEN MALAKA, PROVINSI NUSA TENGARA TIMUR”

KERJASAMA:

Universitas Gajah Mada (UGM), SEBIJAK INSTITUT Fakultas Kehutanan UGM, Australian National University (ANU), Center of International Forestry Researche (CIFOR), Universitas Mataram (UNRAM), Universitas Pattimura Ambon (UNPATTI) & Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW)

@Sahid T-More Hotel Kupang, 07 Juni 2024

Link Materi: https://drive.google.com/drive/folders/1_iI_SiWy0qllxA4CoLghcUvRbWWf7tjr?usp=sharing Link Foto: https://drive.google.com/drive/folders/1ioGXSZMvF2wLDaW4AgnatVNkVRRBH-df?usp=sharing

ย 

Summary

Sebuah acara diseminasi hasil penelitian di Nusa Tenggara Timur mengungkap pentingnya integrasi gender dalam adaptasi perubahan iklim. Hasil penelitian menyoroti peran perempuan dalam agroforestri dan perluasan kebijakan adaptasi perubahan iklim untuk mendukung ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Highlights

  • Para narasumber menyampaikan hasil penelitian tentang upaya mendorong ketahanan sosial ekologi iklim ๐ŸŒฑ
  • Pentingnya mengintegrasikan gender dalam adaptasi perubahan iklim ๐Ÿšบ
  • Kerjasama riset dan kolaborasi antara universitas swasta dan lembaga lainnya dalam menghadapi isu perubahan iklim ๐Ÿค
  • Peningkatan produksi pertanian dan pemberdayaan petani ๐ŸŒพ
  • Climate Smart Agroforestry (CSA) sebagai pendekatan holistik dalam menghadapi perubahan iklim ๐ŸŒณ
  • Pemberdayaan perempuan dalam bidang pertanian perlu ditingkatkan ๐ŸŒธ
  • Kebijakan kehutanan di NTT bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca ๐ŸŒฟ

Key Insights

ย 

  • Integrasi gender dalam adaptasi perubahan iklim dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, serta memastikan keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan lingkungan. ๐ŸŒ
  • Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk universitas, lembaga swasta, dan pemerintah, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat keberlanjutan pertanian. ๐Ÿค
  • Climate Smart Agroforestry (CSA) memberikan kerangka kerja yang komprehensif dalam pengelolaan lahan yang berkelanjutan, dengan fokus pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pemberdayaan gender. ๐ŸŒฟ
  • Pemberdayaan perempuan dalam pertanian bukan hanya tentang kesetaraan akses dan kontrol, tetapi juga tentang peningkatan peran dan kontribusi perempuan dalam keberlanjutan produksi pertanian dan lingkungan. ๐ŸŒธ
  • Kebijakan kehutanan yang berfokus pada penurunan emisi gas rumah kaca di NTT menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan hidup, serta mengurangi dampak perubahan iklim. ๐ŸŒณ