Kupang, 13 Februari 2025 – Kegiatan Pembekalan dan Pengutusan Mahasiswa Peserta Kegiatan Belajar & Pengabdian pada Masyarakat (KBPM) Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025 diselenggarakan oleh UKAW. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Februari 2025, di Aula Yohanis Kampus UKAW. Acara ini dihadiri oleh 175 mahasiswa peserta KBPM, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia pelaksana.

Kegiatan KBPM kali ini mengangkat tema “Optimalisasi & Inovasi Pemanfaatan AI dalam Pengolahan Sumber Daya Lokal bagi Pengentasan Stunting & Ketahanan Pangan Masyarakat”. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan global dan lokal, khususnya dalam upaya mengatasi masalah stunting dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
KBPM merupakan salah satu Program Akademik UKAW yang dikoordinir langsung oleh Rektor UKAW melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UKAW. Program ini bertujuan untuk menciptakan sinergitas antara pemerintah, gereja, dan universitas dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam lokal dan kapasitas manusia menuju platform digital. Hal ini sejalan dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa sebagai kader pembangunan yang tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian (Catur Dharma).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Yohanis Meryanto, M.Si., yang mewakili Rektor UKAW, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademis yang mumpuni, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat, khususnya dalam konteks pengentasan stunting dan ketahanan pangan,” ujarnya.



Selama tiga hari, mahasiswa peserta KBPM mendapatkan berbagai materi pembekalan. Materi-materi tersebut mencakup pemanfaatan AI dalam pengolahan sumber daya lokal, strategi interdisipliner dalam menyelesaikan masalah stunting, serta pendekatan lintas sektoral untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Pada tanggal 15 Februari 2025, sebanyak 175 mahasiswa peserta KBPM yang dikelompokkan ke dalam 18 kelompok dan akan ditempatkan di 18 lokasi KBPM yang tersebar di berbagai Lokasi. Setiap kelompok akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas membimbing mahasiswa selama melaksanakan program KBPM.
Kegiatan KBPM ini memiliki tiga sasaran utama:
- Mahasiswa: Memperdalam penghayatan mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner/lintas sektoral dalam menyelesaikan permasalahan di gereja dan masyarakat.
- Pemerintah dan Masyarakat/Gereja: Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dari mahasiswa dan DPL untuk merencanakan, mengorganisir, dan melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
- UKAW: Meningkatkan relevansi universitas dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang di tengah civitas akademika dan masyarakat secara luas.






Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KBPM UKAW dapat menjadi kader pembangunan yang mampu berkontribusi nyata dalam upaya pengentasan stunting dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan UKAW diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan solusi-solusi inovatif berbasis teknologi AI dalam mengelola sumber daya lokal.


Kegiatan KBPM Semester Ganjil T.A. 2024/2025 ini menjadi bukti nyata komitmen UKAW dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, UKAW berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan berkeadilan.

More Stories
Perkuat Kerja Sama Internasional, UKAW Kunjungi UNITAL dan IPDC di Timor Leste
Bentuk Karakter Berlandaskan Imago Dei, UKAW Tegaskan Persatuan dan Komitmen Melayani
UKAW Kini Resmi Selenggarakan Tes TOEFL dan TOEIC, Hadirkan Harga Terjangkau untuk Masyarakat NTT