Kupang – Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Nusa Tenggara Timur dengan menghadirkan layanan baru di bidang pengembangan kompetensi bahasa Inggris. Mulai tahun ini, UKAW resmi menjadi penyelenggara Tes TOEFL berlisensi, dengan biaya yang sangat terjangkau, yaitu Rp650.000.

Selama ini, penyelenggaraan tes resmi TOEFL di wilayah NTT lebih banyak terpusat di Universitas Nusa Cendana (UNDANA). Kini, dengan bergabungnya UKAW sebagai lembaga penyelenggara resmi, masyarakat NTT memiliki lebih banyak akses untuk mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris secara sah dan kredibel.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapan peserta, UKAW juga membuka kelas persiapan (kursus) TOEFL yang dirancang untuk membantu calon peserta menguasai teknik, strategi, serta materi yang diuji dalam TOEFL. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang membutuhkan peningkatan kemampuan sebelum mengikuti tes resmi.
Kerja sama strategis pun telah dijalin UKAW dengan One Stop English (OSE) Yogyakarta, sebuah lembaga pemegang lisensi tes bahasa Inggris yang bereputasi nasional. Melalui kerja sama ini, UKAW berhak menyelenggarakan tes dengan standar mutu yang telah diakui secara profesional.
Tak hanya TOEFL, pada Desember ini UKAW juga membuka penyelenggaraan Tes TOEIC bagi masyarakat NTT dengan harga promo khusus sebesar Rp200.000. Program diskon ini diberikan sebagai bentuk dukungan UKAW terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat, terutama bagi pencari kerja dan profesional yang membutuhkan sertifikasi kompetensi internasional.
UKAW mengajak seluruh warga NTT, khususnya mereka yang sedang atau akan melamar Beasiswa LPDP, beasiswa luar negeri, maupun program studi internasional lainnya, untuk memanfaatkan kesempatan ini. Sertifikasi TOEFL dan TOEIC menjadi salah satu syarat utama dalam berbagai seleksi beasiswa maupun peluang studi lanjut di luar negeri.
Dengan hadirnya layanan ini, UKAW berharap dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi bahasa Inggris di NTT serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut khususnya di wilayah Timur Indonesia.
