Pengabdian Masyarakat


Thumb

Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara institusional di bawah pengelolaan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM). Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UKAW dalam bentuk Kegiatan Belajar dan Pengabdian Masyarakat (KBPM) dilakukan di 5 kabupaten/kota, 22 kecamatan dan 87 desa/kelurahan. Setiap tahun diikuti oleh 1.142 mahasiswa dan 49 dosen pendamping lapangan (tahun 2014). Daerah kegiatan yaitu Kota Kupang, Kab. Kupang, Kab. Timor Tengah Selatan, Kab. Malaka, Kab. Sabu Raijua, Kab. Rote Ndao, Kab. Alor, Kab. Sumba Timur, Kab. Sumba Tengah dan Kab. Barat Daya.

Kegiatan pengabdian masyarakat lainnya yang dilakukan antara lain Training of Trainers untuk tenaga relawan penanggulangan bencana, pencetakan buku modul dan poster ‘Rencana Sebelum Bencana’ kerjasama dengan HOPE Worldwide Indonesia. Kegiatan ini melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Satgas TAGANA Dinas Sosial Provinsi NTT, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT dan LSM CIS Timor.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam forum ilmiah baik sebagai peserta maupun narasumber yang dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh LPM tercatat antara lain berupa ; Lokakarya Nasional Manajemen Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi di Mataram pada oleh LPPM UGM bekerjasama dengan STMIK Bumi Gora, Pengiriman mahasiswa KBPM sebagai Relawan Kesehatan pada Kapal USNS Mercy di Manado hasil kerjasama LPM-UKAW dengan LSM Hope Worldwide Indonesia, ToT Rencana Sebelum Bencana di kampus UKAW kerjasama LPM-UKAW dengan HOPE Worldwide Indonesia, Workshop Penyusunan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat oleh kerjasama Forum Layanan Ipteks Bagi Masyarakat (FLIPMAS HEFTEN) dan LPM UNDANA, Pelatihan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) di Kupang oleh POLITANI Kupang, Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaksanaan PPM di Kupang oleh LPM-UKAW bekerjasama dengan DITLITABMAS; dan Simposium Asia-Pasifik Pengurangan dan Ketahanan Resiko Bencana Indonesia (APDR3) di Jogyakarta.